Banyak orang yang mengeluhkan ke’JOMBLO’annya. Bahkan jika
boleh ada istilah yang lebih tepat dari pada mengeluh, mungkin meraung dan
melonglong seperti kucing kelaparan itu lebih tepat. Saya tidak tahu apakah
anda termasuk orang di atas, atau justru mungkin saya juga.
Sekarang, saya mengajak anda untuk berpikir sejenak, 5 menit
saja. 5 menit yang mungkin akan merubah stereotip bahwa jomblo itu mengenaskan.
5 menit saja, fokuslah memikirkan apa yang saya sampaikan, tanpa melakukan pekerjaan
lain.
Tidak sedikit orang yang menganggap jomblo adalah hal aneh.
Bahkan dikonotasikan dengan kata “tidak laku”. Eh, ayoo lah! Stop thinking
about that! Sesungguhnya, tidak semua orang jomblo adalah karena dia tidak
laku. Mblo, jangan galau dan jangan risau. Jomblo itu bukanlah hal buruk.
Justru kamu para jomblo harus berbangga hati karena men’jomblo’.
Kenapa? Oke saya jelaskan.
Kenapa? Oke saya jelaskan.
Hal pertama dan yang paling utama adalah, para jomblo
merupakan orang-orang pilihan Tuhan. Bagaimana bisa? Tuhan telah menjaga kalian
dari perbuatan zina, salah satu dosa besar, serta karena pacaran adalah salah
satu jalan tol menuju perbuatan zina. Ingat dengan firman Allah di Surat
Al-Isra’ ayat 32? “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu
adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” Kamu tersenyum pada pacarmu
saja, itu zina. Jangankan tersenyum, memandang saja zina loh, Mblo, apalagi
pegangan tangan. Jadi, bersyukurlah kalian karena mendapat kasih sayang lebih
dari Tuhan, kalian dijaga dari sumber perbuatan zina.
Kedua, ketika kamu jomblo, kamu bisa sepenuhnya berfokus
pada dirimu tanpa perlu terganggu oleh drama dan cekcok percintaan yang tidak
dewasa. Waktu yang kamu miliki bisa dioptimalkan untuk memperbaiki diri dan
menggapai mimpi2mu. Uang yang ada di dompetmu bisa aman, tidak ada tuntutan
untuk memberi hadiah dan nraktir pacar. Merasa kesepian? Eh ayoo lah, kau punya
banyak sahabat dan keluarga yang menyayangimu. Selagi masih banyak waktu,
sayangilah keluargamu dan berikan waktumu sebagai budi atas kebaikan mereka.
Mereka jauh lebih berharga dari pacar yang bisa saja mematahkan hatimu. Dan
yang terpenting, Mblo, kamu bisa berteman, bergaul, dan bermain bersama siapa
saja serta memperbanyak koneksi sesukamu
tanpa ada kekangan dan tuntutan dari pacar yang semena-mena.
Ketiga nih, Mblo, menikah itu cuma sekali (eh jangan2 kamu
pengen nikah berkali-kali? Hahaa, jangan ya, Mblo), jadikanlah pernikahanmu itu
istimewa. Jangan sampai pelaminan terasa biasa saja karena kelamaan pacaran.
Maka, jangan sembarangan mencintai seseorang dan jangan mudah percaya bahwa
seseorang itu mencintaimu. Percaya deh sama saya, kebanyakan orang jatuh cinta,
pasti cintanya akan lebih besar pada pacarnya daripada Tuhannya. Gak percaya? Nih,
lagunya “setiap detik aku memikirkanmu, setiap detik rindu meracuniku”. Lalu,
yakinkah bahwa dia mengingat Tuhannya setiap detik? Paling selesai sholat juga
yang dibaca HP, cek chat dari pacar, bukannya tilawah al-qur’an. Hayoo, yang
pernah jatuh cinta, bener gak? Terus nanti kalo putus, merengek2 ke Tuhan mengatakan
hidup ini tidak adil. Jika Tuhan saja kau abaikan, tidak takutkah kau jika
Tuhan mengabaikanmu? Jadi, Mblo, berikan sepenuhnya cintamu pada Tuhan, yakin
deh, kamu ga bakal patah hati. Tuhan akan memantaskanmu dan memberikan jodoh
yang paling tepat di waktu yang tepat, dengan jalan yang luar biasa.
insyaAllah, pelaminan akan terasa sangat istimewa.
Nah, Mblo, jadi ke’jomblo’an itu bukanlah hal yang
menyedihkan. Bukan pula sebuah dosa, jadi jangan malu. Bangun dan berdirilah
dengan tegar bahwa jomblo itu jauh lebih terhormat dari pada mereka yang
terburu-buru pacaran dengan cinta yang tidak berkelas. Apalagi para jomblowati,
ingat “perempuan sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia”, kalian harus
jual mahal dong. Jangan biarkan lelaki yang tidak jelas masa depannya mendekati
kalian dengan mudah. Ibarat kata nih ya, jadilah pakaian yang dijual dalam
etalase kaca dan terbungkus rapi dalam plastik. Jelas, itu pakaian mahal. Jadi,
yang berani mendekat hanya orangyang benar-benar ingin membeli dan punya cukup
uang. Pun demikian, hanya lelaki yang siap dan bersungguh-sungguh yang berani
mendekatimu.
So, masih berpikir mau pacaran?
Mau mengelak dengan dalih “pacaraan sesuai syariat”? eh ayoo
lah, pacaran seperti apa yang sesuai syariat? Surat mana dalam al-quran yang
menerangkan “tata cara berpacaran yang baik dan benar”? Hadits mana yang
menganjurkan pacaran? NIHIL, gaes! Gak ada sama sekali.
Tulisan ini bukan maksud saya mencerca dan mengintimidasi
orang yang pacaran. Ini hanya pendapat saya, jika kalian yang pacaran tidak
setuju, terserah, itu urusan kalian. Saya hanya ingin mengirimkan secercah
kebahagiaan bagi para jomblo di luar sana, jomblo-jomblo seperjuangan saya.
Solusi jatuh cinta itu ada 2, menikah atau mengikhlaskan.
Menikah berarti telah siap segala sesuatunya dan secara resmi memohon izin pada
wali sang perempuan. Mengikhlaskan berarti berpuasa, menjaga diri dan hati,
cukup mencintai dalam diam dan mendekatkan diri pada Tuhan. Jika anda jatuh
cinta, terserah anda pilih yang mana. Kalau belum siap, ya sudah, yuk JOMBLO
aja!
(LCM)