Keterangan : - var numfeed = 5; adalah jumlah artikel yang ditampilkan - var charac = 100; adalah jumlah karakter atau huruf pada setiap post - silahkan ganti Url Blogger Bondowoso dengan URL blog anda

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 Agustus 2017

Hiburan untuk Para Jomblo



Banyak orang yang mengeluhkan ke’JOMBLO’annya. Bahkan jika boleh ada istilah yang lebih tepat dari pada mengeluh, mungkin meraung dan melonglong seperti kucing kelaparan itu lebih tepat. Saya tidak tahu apakah anda termasuk orang di atas, atau justru mungkin saya juga.

Sekarang, saya mengajak anda untuk berpikir sejenak, 5 menit saja. 5 menit yang mungkin akan merubah stereotip bahwa jomblo itu mengenaskan. 5 menit saja, fokuslah memikirkan apa yang saya sampaikan, tanpa melakukan pekerjaan lain.

Tidak sedikit orang yang menganggap jomblo adalah hal aneh. Bahkan dikonotasikan dengan kata “tidak laku”. Eh, ayoo lah! Stop thinking about that! Sesungguhnya, tidak semua orang jomblo adalah karena dia tidak laku. Mblo, jangan galau dan jangan risau. Jomblo itu bukanlah hal buruk. Justru kamu para jomblo harus berbangga hati karena men’jomblo’.
Kenapa? Oke saya jelaskan.

Hal pertama dan yang paling utama adalah, para jomblo merupakan orang-orang pilihan Tuhan. Bagaimana bisa? Tuhan telah menjaga kalian dari perbuatan zina, salah satu dosa besar, serta karena pacaran adalah salah satu jalan tol menuju perbuatan zina. Ingat dengan firman Allah di Surat Al-Isra’ ayat 32? “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” Kamu tersenyum pada pacarmu saja, itu zina. Jangankan tersenyum, memandang saja zina loh, Mblo, apalagi pegangan tangan. Jadi, bersyukurlah kalian karena mendapat kasih sayang lebih dari Tuhan, kalian dijaga dari sumber perbuatan zina.

Kedua, ketika kamu jomblo, kamu bisa sepenuhnya berfokus pada dirimu tanpa perlu terganggu oleh drama dan cekcok percintaan yang tidak dewasa. Waktu yang kamu miliki bisa dioptimalkan untuk memperbaiki diri dan menggapai mimpi2mu. Uang yang ada di dompetmu bisa aman, tidak ada tuntutan untuk memberi hadiah dan nraktir pacar. Merasa kesepian? Eh ayoo lah, kau punya banyak sahabat dan keluarga yang menyayangimu. Selagi masih banyak waktu, sayangilah keluargamu dan berikan waktumu sebagai budi atas kebaikan mereka. Mereka jauh lebih berharga dari pacar yang bisa saja mematahkan hatimu. Dan yang terpenting, Mblo, kamu bisa berteman, bergaul, dan bermain bersama siapa saja serta memperbanyak koneksi  sesukamu tanpa ada kekangan dan tuntutan dari pacar yang semena-mena.

Ketiga nih, Mblo, menikah itu cuma sekali (eh jangan2 kamu pengen nikah berkali-kali? Hahaa, jangan ya, Mblo), jadikanlah pernikahanmu itu istimewa. Jangan sampai pelaminan terasa biasa saja karena kelamaan pacaran. Maka, jangan sembarangan mencintai seseorang dan jangan mudah percaya bahwa seseorang itu mencintaimu. Percaya deh sama saya, kebanyakan orang jatuh cinta, pasti cintanya akan lebih besar pada pacarnya daripada Tuhannya. Gak percaya? Nih, lagunya “setiap detik aku memikirkanmu, setiap detik rindu meracuniku”. Lalu, yakinkah bahwa dia mengingat Tuhannya setiap detik? Paling selesai sholat juga yang dibaca HP, cek chat dari pacar, bukannya tilawah al-qur’an. Hayoo, yang pernah jatuh cinta, bener gak? Terus nanti kalo putus, merengek2 ke Tuhan mengatakan hidup ini tidak adil. Jika Tuhan saja kau abaikan, tidak takutkah kau jika Tuhan mengabaikanmu? Jadi, Mblo, berikan sepenuhnya cintamu pada Tuhan, yakin deh, kamu ga bakal patah hati. Tuhan akan memantaskanmu dan memberikan jodoh yang paling tepat di waktu yang tepat, dengan jalan yang luar biasa. insyaAllah, pelaminan akan terasa sangat istimewa.

Nah, Mblo, jadi ke’jomblo’an itu bukanlah hal yang menyedihkan. Bukan pula sebuah dosa, jadi jangan malu. Bangun dan berdirilah dengan tegar bahwa jomblo itu jauh lebih terhormat dari pada mereka yang terburu-buru pacaran dengan cinta yang tidak berkelas. Apalagi para jomblowati, ingat “perempuan sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia”, kalian harus jual mahal dong. Jangan biarkan lelaki yang tidak jelas masa depannya mendekati kalian dengan mudah. Ibarat kata nih ya, jadilah pakaian yang dijual dalam etalase kaca dan terbungkus rapi dalam plastik. Jelas, itu pakaian mahal. Jadi, yang berani mendekat hanya orangyang benar-benar ingin membeli dan punya cukup uang. Pun demikian, hanya lelaki yang siap dan bersungguh-sungguh yang berani mendekatimu.

So, masih berpikir mau pacaran?
Mau mengelak dengan dalih “pacaraan sesuai syariat”? eh ayoo lah, pacaran seperti apa yang sesuai syariat? Surat mana dalam al-quran yang menerangkan “tata cara berpacaran yang baik dan benar”? Hadits mana yang menganjurkan pacaran? NIHIL, gaes! Gak ada sama sekali.

Tulisan ini bukan maksud saya mencerca dan mengintimidasi orang yang pacaran. Ini hanya pendapat saya, jika kalian yang pacaran tidak setuju, terserah, itu urusan kalian. Saya hanya ingin mengirimkan secercah kebahagiaan bagi para jomblo di luar sana, jomblo-jomblo seperjuangan saya.

Solusi jatuh cinta itu ada 2, menikah atau mengikhlaskan. Menikah berarti telah siap segala sesuatunya dan secara resmi memohon izin pada wali sang perempuan. Mengikhlaskan berarti berpuasa, menjaga diri dan hati, cukup mencintai dalam diam dan mendekatkan diri pada Tuhan. Jika anda jatuh cinta, terserah anda pilih yang mana. Kalau belum siap, ya sudah, yuk JOMBLO aja!
(LCM)