Keterangan : - var numfeed = 5; adalah jumlah artikel yang ditampilkan - var charac = 100; adalah jumlah karakter atau huruf pada setiap post - silahkan ganti Url Blogger Bondowoso dengan URL blog anda

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 16 Januari 2014

Tua


(Contoh Naskah Drama Satu Babak)
Di duatu sore, Pak Aldi duduk termenung di warung kopi. Sesekali dia menengguk kopi panas di depannya yang semakin membuat pikirannya memanas.
Pak Aldi : (meletakkan cangkir di meja) Ah, masa iya aku bisa menjadi gila karena hal ini? (kembali merenung. Tangan kirinya menyangga dagu dan tangan kanannya mengetuk-ngetuk meja).
Pak Toha : (datang tiba-tiba, menepuk pundak Pak Aldi keras-keras) Hei, apa yang kau pikirkan? Kenapa melamun saja? (duduk di samping Pak Aldi)
Pak Aldi : Aku bingung, Ha. (menggaruk-garuk kepala)
Pak Toha : Ada masalah? Sepertinga masalah serius, nih. (menatap Pak Aldi tajam)
Pak Aldi : Coba lihat rambutku yang putih ini!(menyodorkan kepalanya) Lihat kantung mata ini!(memegang bagian bawah matanya) Dan lihat kulitku yang mulai keriput!(mengusap kulit tangannya) Aku sudah tua.
Pak Toha : (terdiam sejenak kemudian tertawa terbahak-bahak) Kamu sedih karena kamu menua? Hahaha! Sudah saatnya kau tua. Aku sudah tua juga biasa saja.
Pak Aldi : Bukan begitu. Hidup ini tidak adil.(melemas)
Pak Toha : Tidak adil bagaimana?
Pak Aldi : coba perhatikan, Nobita, Dora, Naruto, Masha dan kawan-kawannya, mereka tidak kunjung menua. Kita dulu sama-sama kecil. Sekarang mereka, tetap saja sebagai anak kecil kelas lima SD. Sedangkan aku?(menggerutkan dahi)
Pak Toha : (menggelengkan kepala) Hei, mereka semua hanya tokoh fiktif. Tokoh fiktif yang memang dibuat seolah seperti manusia. Tidak benar-benar ada.
Pak Aldi : (dengan nada tinggi) Seperti manusia kau bilang?
Pak Toha : Ya, memang keseharian mereka seperti manusia, kan?
Pak Aldi : Tapi tidak untuk usia. Harusnya orang-orang yang membuat kartun seperti itu totalitas.(memukul meja)
Pak Toha : Totalitas bagaimana?(mengangkat bahunya)
Pak Aldi : Mereka membuat tokoh fiksi yang kehidupan sehari-harinya seperti manusia, harusnya juga menyesuaikan kondisi fisiknya, tumbuh dewasa, dan berkembang biak.
Pak Toha : kalau begitu bukan tontonan anak-anak lagi! Aneh kau ini.(membelakangi Pak Aldi)
Pak Aldi : Loh, itu yang aku maksud totalitas. Harusnya ada semacam regenerasinya begitu. Misalnya Nobita itu, kemudian ada anaknya Nobita, cucunya, cicitnya, dan seterusnya.
Pak Toha : (menoleh ke pak Aldi dan menghela hapas) Kau ini tidak penting. Cobalah untuk memikirkan hal yang lebih bermanfaat!
Pak Aldi : Jelas ini bermanfaat(melipat tangan di depan dada). Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk totalitas dalam berbuat, adil, dan realistis.
Pak Toha : Kau ini berlebihan. Terserah kau sajalah kalau begitu. Lebih baik kau buat saja sendiri kartunmu dan jangan mencerca karya orang lain yang sudah ada.(berdiri dan pergi meninggalkan Pak Aldi)
Pak Toha : (berteriak) hei, aku tidak mencerca. Ini hanya pendapat! (melihat Pak Toha pergi, kemudian duduk dan melamun lagi)
~LCM~