Sumpah Pemuda, Soempah Pemoeda, atau Poetoesan Pemoeda-Pemoedi
Indonesia? Tak peduli apapun itu, yang pasti sumpah pemuda adalah pemersatu
pemuda Indonesia untuk keluar dari medan penjajahan. Bermula pada tahun 1908
kaum muda merekayasa diri mempersatukan seluruh nusantara dengan sebutan
Indonesia. 28 Oktober harus dikenang, sebagai bangsa yang pernah menyatu
menjadi gelombang yang satu. Tapi, apakah hanya untuk dikenang? Atau cukup
sebatas memahami maknanya? Ke mana pemuda kita yang dulu? Lalu di mana pemuda
kita sekarang?
Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri. Ibarat
matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang
dan paling panas. Dalam jiwanya membara api. Api yang mendorongnya untuk
berani. Berani menggapai mimpi yang nyata. Bukan mimpi ilusi dari mereka, para
penjajah. Bukan pula mimpi yang berisi kepura-puraan. Tapi mimpi yang mampu
membesarkan negeri ini.
Dunia pemuda
bukan keputusasaan yang terhenti tanpa adanya arus energi dan usaha. Berpeluk serta dalam gaya geraknya. Menghindari
gesekan yang menghambat langkah kakinya. Berpikirlah seperti pemuda, mencari
pendidikan dalam bayangan manyayang dipantulkan oleh cermin datar sehingga
membentuk suatu masa depan. Bukankah lampu tanpa arus listrik hanya bersifat
sementara? Bukankah elektron masih mampu mengalir di dalamnya? Bukankah lampu
masih mampu menyala dan harapan itu pasti? Ada saat kau mampu melawan gesekan
itu. Saat pemuda lupa akan keputusasaan, saat itulah elektron-elektron jiwamu
membangkitkan semangat juangmu.
Bangkitlah
dari tidurmu! Seperti pahlawan yang bangkit di tengah peperangan. Berusaha
membangkitkan panas, untuk memuaikan semangat hidup. Negeri ini butuh pemuda yang
tak mengenal arti kalah, yang memiliki gaya tarik menarik dalam meraih
kemenengan. Medan magnet negara ini akan terus menarikmu, memintamu menjadi
pahlawan untuk memajukan negerimu mecapai puncak kemerdekaan yang bukan sekedar
bayangan. Kaulah partikel-partikel negara ini yang bergerak untuk menghasilkan
energi yang akan terus digunakan untuk membentuk usaha dan gaya. Teruslah
melakukan usaha karana usahamu akan berikan gaya tarik ke atas untuk negeri
yang indah ini.
Mungkin
darah perjuangan telah banyak dilupakan dan dihempaskan oleh para pemuda di
tengah dinamika globalisasi. Tapi engkau
tak pernah mati. Kau, pemuda, mampu beroperasi dalam mesin ketangguhan demi
memproduksi negara yang hebat. Di 28
Oktober yang mengenangkan perjuangan pemuda, bangkitkan kembali sinyal
semangatmu, Wahai Pemuda! Negeri ini membutuhkanmu. Majulah terus pantang
mundur! Negeri ini negeri impian. Negeri yang haus kejayaan kekuatan pemudanya.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015! (LCM)