Keterangan : - var numfeed = 5; adalah jumlah artikel yang ditampilkan - var charac = 100; adalah jumlah karakter atau huruf pada setiap post - silahkan ganti Url Blogger Bondowoso dengan URL blog anda

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 28 Oktober 2015

Sumpah, Aku Pemuda!



Sumpah Pemuda, Soempah Pemoeda, atau Poetoesan Pemoeda-Pemoedi Indonesia? Tak peduli apapun itu, yang pasti sumpah pemuda adalah pemersatu pemuda Indonesia untuk keluar dari medan penjajahan. Bermula pada tahun 1908 kaum muda merekayasa diri mempersatukan seluruh nusantara dengan sebutan Indonesia. 28 Oktober harus dikenang, sebagai bangsa yang pernah menyatu menjadi gelombang yang satu. Tapi, apakah hanya untuk dikenang? Atau cukup sebatas memahami maknanya? Ke mana pemuda kita yang dulu? Lalu di mana pemuda kita sekarang?

Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri. Ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Dalam jiwanya membara api. Api yang mendorongnya untuk berani. Berani menggapai mimpi yang nyata. Bukan mimpi ilusi dari mereka, para penjajah. Bukan pula mimpi yang berisi kepura-puraan. Tapi mimpi yang mampu membesarkan negeri ini.
Dunia pemuda bukan keputusasaan yang terhenti tanpa adanya arus energi dan usaha.  Berpeluk serta dalam gaya geraknya. Menghindari gesekan yang menghambat langkah kakinya. Berpikirlah seperti pemuda, mencari pendidikan dalam bayangan manyayang dipantulkan oleh cermin datar sehingga membentuk suatu masa depan. Bukankah lampu tanpa arus listrik hanya bersifat sementara? Bukankah elektron masih mampu mengalir di dalamnya? Bukankah lampu masih mampu menyala dan harapan itu pasti? Ada saat kau mampu melawan gesekan itu. Saat pemuda lupa akan keputusasaan, saat itulah elektron-elektron jiwamu membangkitkan semangat juangmu.
Bangkitlah dari tidurmu! Seperti pahlawan yang bangkit di tengah peperangan. Berusaha membangkitkan panas, untuk memuaikan semangat hidup. Negeri ini butuh pemuda yang tak mengenal arti kalah, yang memiliki gaya tarik menarik dalam meraih kemenengan. Medan magnet negara ini akan terus menarikmu, memintamu menjadi pahlawan untuk memajukan negerimu mecapai puncak kemerdekaan yang bukan sekedar bayangan. Kaulah partikel-partikel negara ini yang bergerak untuk menghasilkan energi yang akan terus digunakan untuk membentuk usaha dan gaya. Teruslah melakukan usaha karana usahamu akan berikan gaya tarik ke atas untuk negeri yang indah ini.
Mungkin darah perjuangan telah banyak dilupakan dan dihempaskan oleh para pemuda di tengah dinamika globalisasi.  Tapi engkau tak pernah mati. Kau, pemuda, mampu beroperasi dalam mesin ketangguhan demi memproduksi negara yang hebat.  Di 28 Oktober yang mengenangkan perjuangan pemuda, bangkitkan kembali sinyal semangatmu, Wahai Pemuda! Negeri ini membutuhkanmu. Majulah terus pantang mundur! Negeri ini negeri impian. Negeri yang haus kejayaan kekuatan pemudanya. Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015! (LCM)