Keterangan : - var numfeed = 5; adalah jumlah artikel yang ditampilkan - var charac = 100; adalah jumlah karakter atau huruf pada setiap post - silahkan ganti Url Blogger Bondowoso dengan URL blog anda

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 April 2016

Perempuan dan Pendidikan



“When you educate a man, you educate one person. But when you educate a women, you edcate a family, you educate a children, you educate a tribe, you educate a nation,” Dr. James Emmanuel Kwegyir-Aggrey (1875-1927)
Perempuan tidak sekedar juru masak bagi keluarganya, tidak sebatas tukang bersih-bersih, atau hanya pembantu pemenuhan kebutuhan lain. Tapi perempuan adalah kekuatan yang besar. Sumber dan pembangkit semangat bagi siapa saja yang mereka kasihi.  Perempuan merupakan pilar utama bagi keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa.
Bagi saya, apapun akhir dari kisah karir seorang perempuan, dia harus tetap berpendidikan tinggi. Dia lah pendidik dan pengajar anak-anaknya sebagai pemegang bangsa dan agama mereka. Peran perempuan dalam pendidikan tidak dapat dipungkiri. Maka jelas baginya untuk memantaskan diri dengan pendidikan yang sebaik mungkin dan setinggi-tingginya.
Pendidikan bagi seorang perempuan bukan sekedar pemenuhan gengsi atau mengikuti perkembangan zaman dengan berdalih emansipasi wanita. Tetapi pendidikan adalah proses penempaan diri menjadi perempuan yang lebih cerdas dan mendewasa. Memang pad dasarnya perempuan lahir dengan kecerdasannya sendiri, tapi bukan berarti cerdas itu cukup. Kecerdasan yang dimiliki perlu diasah dan dikembangkan agar perempuan bisa menularkan ilmunya dan memberikan pengajaran sebaik mungkin kepada keturunannya.
Bukan berarti pula perempua harus mengambil konsentrasi pendidikan yang sesuai untuk perkembangan anak, seperti ilmu psikologi. Konsenstrasi apapun bebas mereka ambil. Tidak salah juga kami, para mahasiswi teknik mengambil konsentrasi ilmu keteknikan. Yang terpenting dalam pendidikan adalah proses yang kita lalui dan pengolahan pemikiran.
Dari situ, peran perempuan sangat ditanyakan. Bisakah perempuan mendidik keturunannya dengan baik? Meskipun dengan latar belakang pendidikan yang “mungkin” kurang mendukung dalam kehidupan keluarga?
Meski ilmu selama menempuh pendidikan tidak digunakan dalam kehidupan rumah tangganya, namun ketika perempuan telah melalui rintangan dalam pendidikan, dia akan mampu melewati rintangan-rintangan dalam kehidupan berikutnya atas pembelajaran kehidupan yang dia dapat.
Pada akhirnya, tidak bisa dipungkiri bahwa kodrat perempuan akan menjadi ibu rumah tangga. Entah apakah dia berpendidikan tinggi atau rendah, tetap berkarir atau tidak. Namun dialah pendidikan pertama bagi anak-anaknya. Pengajar dan pelita ilmu di dalam rumah yang damai. Yang paling banyak menghabiskan waktu untuk menanamkan ilmu-ilmu kehidupan pada keluarganya.
Bahkan Nabi Muhammadpun telah bersabda, “Perempuan itu adalah pilar negara.” Jika perempuan itu baik, dalam sikapnya, pendidikannya, dan budi pekertinya; baiklah pula negaranya. (LCM)